Komputer
Layout Keyboard Komputer
Layout
QWERTY
QWERTY
adalah salah satu jenis tata letak tombol-tombol pada keyboard komputer. Tata letak
QWERTY ini pertama kali digunakan pada sebuah mesin tik buatan E. Remington
pada tahun 1874.
Dinamakan
demikian karena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y berada secara
berurutan seperti terlihat dalam baris paling atas dari papan ketik ini (yaitu
yang dipakai pada kebanyakan keyboard komputer saat ini). Tata letak ini
ditemukan oleh Scholes, Glidden dan Soule pada tahun 1878, dan kemudian menjadi
standar mesin tik komersial pada tahun 1905. Keyboard QWERTY didesain
sedemikian rupa sehingga key yang paling sering ditekan terpisah letaknya
sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik (pada
mesin ketik mekanik). Meskipun tata letak QWERTY sangat luas pemakaiannya,
tetapi memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan. Misalnya, 48 persen
dari gerakan diantara huruf yang berurutan harus dilakukan dengan sebuah
tangan. Hanya 32 persen ketukan yang dilakukan pada home row (baris awal dari
posisi jari pada keyboard). Beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan (56
persen). Contoh paling nyata dari ketidakefisienan tata letak QWERTY adalah
pengetikan huruf ‘a’ yang cukup sering dipakai, tetapi harus dilakukan oleh
jari kelingking yang paling lemah.
Layout
DVORAK
Keyboard
DVORAK (1932), dimana susunan hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan
kanan dibebani lebih banyak pekerjaan dibanding dengan tangan kiri pada komputer. Selain itu,
tata letak Dvorak dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row,
sehingga bisa mengurangi kelelahan karena pengetikan (lebih ergonomik).
Sejumlah percobaan menunjukkan bahwa tata letak Dvorak lebih efisien 10-15
persen dibanding dengan tata letak QWERTY.



No comments:
Post a Comment